Mengenal Warisan Kebudayaan Daerah Bernama Jathilan

Mengenal Warisan Kebudayaan Daerah Bernama Jathilan1

Warisan Kebudayaan Daerah – Sobat warganet sekalian, pernahkah kamu mendengar atau menyaksikan Jathilan? Kesenian ini termasuk warisan kebudayaan Yogyakarta dan merupakan bagian dari seni daerah. Zaman dulu kala, rakyat keraton mengembangkan kesenian Jathilan secara turun temurun dan terpelihara sampai generasi sekarang.

Kala kompeni beserta noni Belanda masih hilir mudik di bumi pertiwi, kesenian sakral ini berusaha melestarikan diri supaya bisa bertahan. Terdapat cukup banyak perkumpulan sanggar tari yang setia menurunkan ilmu tari Jathilan di sekitaran Jawa Tengah. Salah satu sanggar seni terpopuler yang mengajarkan Jathilan berlokasi di Desa Kaligintung, Kec. Temon, tepatnya di Kulon Progo.

Team kami berusaha menelusuri keberadaan sanggar tari legendaris tersebut. Sesampainya di Kulon Progo, kami segera bergegas menuju lokasi incaran yaitu desa Kaligintung di kecamatan Temon. Nama sanggar tersohor itu adalah Wahyu Turonggo. Pemilik tunggal sekaligus pengasuhnya yaitu bapak Budiharjo. Beliau bersedia menjadi nara sumber kami demi membagikan wawasan baru seputar sejarah dan asal-usul kesenian Jathilan.

Sanggar Wahyu Turonggo Penjaga Kelestarian Jathilan

Pak Budiharjo menyambut kami dengan senyuman hangat dan bersahaja. Tak lupa juga ia menyuguhkan minuman berupa teh manis hangat lengkap beserta camilan pisang goreng yang masih panas. Sore itu tepatnya pukul tiga, kami bercengkrama di pendopo secara lesehan sambil melepas lelah sejenak. Dua buah pisang goreng sukses terkunyah oleh mulut saya, tenaga pun terasa pulih kembali. Setelah siap, maka mulailah sesi wawancara bersama beliau.

Warisan Kebudayaan Daerah Sanggar Wahyu Turonggo Penjaga Kelestarian Jathilan

Sanggar Wahyu Turonggo pertama kali didirikan oleh pak Budiharjo sejak tahun 1980 dan masih aktif hingga sekarang. Beliau menuturkan, betapa kerasnya ia harus bersusah payah mempertahankan kelangsungan segala kegiatan di sanggar. Walaupun semua hal masih bekerja secara serba tradisional, ternyata modal operasional sanggar Wahyu Turonggo cukup memakan biaya.

Budget keperluan bulanan meliputi pemeliharaan kostum pemain, peralatan dan perlengkapan, serta gaji karyawan dan guru pelatih. Pak Budiharjo memutar otak sedemikian rupa agar sanggar tetap terjaga mengandalkan uang pensiunnya. Namun karena kekurangan sumber daya materi, lambat laun dana pensiun beliau pun tergerogoti secara perlahan.

Mengenal Warisan Kebudayaan Daerah Bernama Jathilan

Tari Jathilan mengisahkan sekumpulan pasukan yang sedang berlatih strategi perang melalui kepemimpinan Pangeran Mangku Bumi. Sosok pahlawan tersebut bukan sekedar legenda, melainkan betulan ada di dunia nyata. Beliau adalah Sri Sultan Hamengku Buwono I, seorang pendiri keraton Yogyakarta dengan sistem pemerintahan kesultanan.

Kita dapat merasakan perjuangan para prajurit melawan serangan Belanda yang notabene menggunakan senjata api modern. Bahkan dalam tarian tersebut, terdapat pula cuplikan tatkala mereka harus bertahan hidup dengan berburu dalam kegelapan hutan. Peragaan adegan itu lengkap beserta kegiatan memanggang hasil buruan menggunakan api unggun sebelum disantap. Pagelaran Jathilan dapat kita saksikan jika beruntung saat mengunjungi candi Prambanan.

Kesenian Jathilan Merupakan Bagian Dari Identitas Bangsa Indonesia

Kemungkinan besar, tari Jathilan hadir atas kebutuhan hiburan para pasukan di sela-sela jam istirahat peperangan. Mereka pastilah merasa kelelahan, letih lesu, sembari menahan lapar karena kurangnya pasokan konsumsi di posko penjagaan. Dalam sebuah kampung terpencil, nenek moyang kita berkumpul menghibur diri dengan mengadakan pesta sederhana diiringi tari-tarian.

Sepulangnya dari tugas berperang, mereka pun berusaha kembali kepada kegiatan normal sehari-hari. Teringat keseruan Jathilan, timbullah rasa kangen ingin melakoni kembali seni tari tersebut di kampung halaman tercinta. Setelah mengadakan beberapa penyesuaian, maka hadirlah versi ringan Jathilan untuk dipentaskan ke hadapan kerumunan rakyat biasa. Bahkan tarian ini mengadakan ‘road show’ mengelilingi seluruh pelosok desa sehingga makin luas dikenal khayalak umum.

Kesenian Jathilan Merupakan Bagian Dari Identitas Bangsa Indonesia

Seni tari Jathilan sarat akan nilai lokal sehingga punya urgensi tinggi dalam proses pelestariannya. Ia mesti terlindungi dari masifnya penetrasi budaya asing seperti Anime Jepang, Kpop Korea Selatan, Hip Hop barat, hingga Bollywood India. Betapa miris menyaksikan kelompok milenial lebih mencintai tradisi luar negeri ketimbang memajukan kesenian daerah seperti Jathilan.

Tarian ini telah menjelma ke sesuatu level tertinggi sebab bukan lagi bertujuan untuk sekedar menghibur saja. Ia juga berperan penting sebagai identitas bangsa Indonesia, jati diri nusantara, agar kita menghargai jasa para pahlawan. Mereka telah gugur mengorbankan nyawa demi masa depan kita, dan semuanya tertuang dalam kisah tari Jathilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *