Kesenian Tradisional Kabuki Asal Jepang

Kesenian Tradisional Kabuki Asal Jepang

Siapa yang tidak mengenal kesenian tradisional asal Jepang yang satu ini, yang mana kesenian ini telah dikenal hingga keseluruh dunia. Jika kalian adalah salah satu orang yang masih tidak mengetahui apa itu kesenian Tabuki. Dalam artikel singkat ini kalian akan mendapatkan banyak informasi penting seputar dengan kesenian yang sangat populer ini.

Kabuki adalah seni teater tradisional yang ada di negri Sakura, Jepang yang mana aktor yang memerankan kabuki. Selalu identik dengan kostum mewah dan dengan wajah mereka yang sangat mencolok. Teater ini ada di Jepang dan telah diresmikan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan Jepang yang mana mereka menetapkan Kabuki sebagai warisan agung budaya Nonbedawi. Banyak perjalanan yang ditempuh oleh kesenian ini hingga akhirnya ia ditetapkan sebagai warisan negara Sakura yang harus selalu dijaga.

Kesenian Tradisional Kabuki Asal Jepang

Mulai dari pembuatan teater ini sampai akhirnya ia resmi menjadi warisan yang harus dipertahan kan selalu. Kostum dan wajah dari sang aktor adalah ciri khas yang bisa kita lihat dan mengetahui jika mau tau teater yang dimaksudkan.

Kesenian Tradisional Asal Jepang | Asal Kata “Kabuki”

Jepang sebenarnya telah sejak jaman dulu dikenal sebagai negara penghasil kebudayaan yang cukup unik dari Asia. Kabuki adalah salah satu karya seni Jepang yang menampilkan banyak kebudayaan Jepang. Mengenai asal dan mengapa dinamakan “Kabuki“, hal tersebut banyak sekali yang menjadikan perdebatan dan kontroversi. Salah satu yang menyebutkan Kabuki ini adalah berasal dari kata Kabusu yang di tulis dengan karakter kanji (tulisan Jepang). Kata tersebut memiliki artian bernyanyi atau menari.

Kesenian Tradisional Asal Jepang

Kalimat atau kata tersebut kemudian disempurnakan dengan sebutan Kabuki, dimana kata tersebut dibuat dengan pengelompokan tiga kata Kanji. Tulisan kanji tersebut diantaranya adalah “Uta” (Lagu), “Mai” (Tarian), “Ki” (Teknik). Itu adalah satu dari sekian pendapat yang mengatakan kemunculan seni tersebut. Pendapat lain yang dimaksud adalah penyebutan Kabuki tersebut di tuliskan dengan kaliamat yang menggunakan kata Kabuki, Kabuku, Kabukan, atau Kabuke yang ditulis dengan karakter Kanji Katamuku.

Baca artikel lainnya: Perayaan Festival Kesenian Songkrang

Katamuku sendiri dibaca secara harfiah arti dari sebutan tersebut adalah (Aneh, Asing, atau Tidak sama dengan keadaan masyarakat sektar Jepang pada saat itu). Kalimat atau sebutan itu cenderung atau condong untuk menyebutkan manusia yang lebih mementingkan kepentingan duniawi, dimana hal tersebut membuat mereka akan menjadi kelihatan lebih aneh dari kebanyakan orang lainnya.

Sejarah Kabuki Dari Lawas Hingga Sekarang

Kesenian ini “Kabuki” untuk pertama kalinya atau mula keberadaan nya hadir pada tahun 1603 yang mana kemunculan nya ini untuk pertama kali di pertunjukan oleh seorang penari wanita yang bernama Okuni. Kala itu ia sedang menari dengan membawakan sebuah lagu tradisional Jepang. Okuni saat itu sedang menari di kuil Izumo Taisha, namun banyak yang tidak mengetahui dari mana asal wanita tersebut.

Yang menjadikannya terkenal kala itu ialah saat ia berpenampilan seperti laki-laki dengan wajah yang cukup aneh ditambah ia menari dengan pelampilan layaknya orang aneh. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata Okuni telah lama menciptakan gerakan tersebut. Namun setelah lama banyak yang merasa sangat penasaran dengan tari yang ia bawakan tersebut.

Ia memnciptakan sebuah kelompok tari yang menjadikan seni tari nya tersebut menjadi pokok kesenian yang dipertunjukan. Sangat unik dan berkharisma dari kesenian yang di tampilkan dari tari tersebut. Terdapat makna yang dalam dari pertunjukan seni tari dari setiap kali seni tari tersebut ditampilkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *